SEMARANG — Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang resmi menerima penyerahan Memorandum of Understanding (MoU) dari University of Seville (Universidad de Sevilla), Spanyol, sebagai penanda dimulainya babak baru kemitraan akademik lintas benua. Serah terima MoU berlangsung di Gedung Mikael, Kampus 1 SCU Bendan, pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dokumen kerja sama tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi University of Seville, Prof. Miguel Ángel Martín-López, kepada Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, ST, M.Comp.IT., Ph.D. Prosesi penyerahan turut disaksikan oleh delegasi University of Seville lainnya, yakni Prof. Christian Domínguez Exposito dari Departemen Hukum dan Hubungan Internasional, serta sejumlah pejabat dari lingkungan SCU, di antaranya Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama, Dr. dr. Gregorius Yoga Panji Asmara, SH, MH, bersama jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), International Affairs and Cooperation Office (IACO), dan International Undergraduate Program (IUP) SCU.
MoU yang menjadi dasar kemitraan ini sejatinya telah ditandatangani pada 1 September 2025 oleh Rektor SCU, Robertus, bersama Rektor University of Seville, Dr. Miguel Ángel Castro Arroyo. Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup pelaksanaan riset bersama, pengembangan program double degree, penyelenggaraan forum akademik bersama, serta pertukaran referensi ilmiah, tenaga pengajar, dan mahasiswa antara kedua institusi.
Rektor Robertus menyampaikan bahwa kemitraan ini sejalan dengan orientasi SCU dalam membuka akses mobilitas internasional yang lebih luas bagi mahasiswanya. Ia menjelaskan bahwa SCU memiliki program kelas internasional (IUP) yang mewajibkan mahasiswanya untuk menempuh studi di luar negeri, khususnya pada semester ketiga atau kelima masa perkuliahan.
Prof. Miguel menegaskan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi merupakan keniscayaan di era permasalahan global yang semakin kompleks, mulai dari ancaman ketahanan pangan, krisis perubahan iklim, hingga persoalan kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Menurutnya, riset dan kolaborasi yang dijalin oleh institusi pendidikan tinggi memainkan peran yang sangat strategis dalam menghadirkan gagasan-gagasan solutif atas berbagai persoalan besar yang dihadapi dunia saat ini.
Lebih lanjut, Prof. Miguel berpendapat bahwa jawaban atas tantangan global tidak dapat lahir dari satu perspektif geografis semata. Oleh karena itu, membangun kerja sama dengan perguruan tinggi di kawasan Asia, termasuk Indonesia, menjadi langkah penting untuk menghadirkan sudut pandang yang lebih beragam dan komprehensif. Dalam konteks ini, ia melihat potensi besar kolaborasi dengan SCU dalam berbagai proyek berskala internasional, termasuk inisiatif yang melibatkan pendanaan dari Uni Eropa serta kerja sama lanjutan dengan perguruan tinggi anggotanya.


