
Pada tanggal 5 Agustus 2025, Soegijapranata Catholic University (SCU) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Pemerintah Kabupaten Kendal, serta Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta resmi menjalin kerja sama dalam Program Pendidikan Tani Hutan. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kendal, dan dihadiri oleh Kepala LPPM SCU Dr. Yustina Trihoni Nalesti Dewi, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, MM, serta Kepala Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta Wahyudi Ardhyanto. Kegiatan ini turut melibatkan Serikat Tani Nelayan (STN) Jawa Tengah dan Kelompok Perhutanan Sosial Karya Putra Desa, dengan partisipasi 100 petani hutan dari Kecamatan Limbangan.
Inisiatif ini merupakan hasil sinergi antara Pusat Studi Desa dan Kawasan (PSDK) SCU dan STN Jateng yang selama ini aktif memperkuat kapasitas petani hutan melalui pendekatan edukatif dan riset berbasis komunitas.
Dr. Trihoni menekankan pentingnya riset akademik dalam pengelolaan sumber daya hutan, khususnya untuk mengidentifikasi potensi lokal dan tantangan lingkungan secara komprehensif. Ia menyampaikan bahwa kebijakan dan program harus dirancang berdasarkan data dan analisis ilmiah agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Senada dengan itu, Prof. Victoria Kristina Ananingsih dari Fakultas Teknologi Pertanian SCU menyoroti perlunya pendekatan ilmiah dalam mendukung keberlanjutan perhutanan sosial. Menurutnya, karakteristik sosial, ekonomi, dan ekologi kawasan hutan harus menjadi pertimbangan utama dalam merancang program yang relevan dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Prof. Kristina menjelaskan bahwa riset kampus dapat mendorong efisiensi pengolahan hasil hutan seperti aren, kopi, dan alpukat. Dengan dukungan akademik, petani berpotensi menghasilkan produk turunan bernilai tinggi seperti gula semut, kopi premium, dan olahan alpukat beku yang berorientasi ekspor.
Ia juga menekankan bahwa hilirisasi produk bukan sekadar strategi ekonomi, melainkan perpaduan antara inovasi teknologi dan pendekatan sosial yang harus didukung oleh pendidikan. Dalam hal ini, peran perguruan tinggi menjadi krusial untuk menghadirkan solusi nyata berbasis riset.
Kerja sama ini membuka peluang bagi LPPM SCU untuk mendampingi proses hilirisasi hasil hutan melalui riset terapan dan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Potensi pengembangan wisata edukatif, agroforestri, hingga sport tourism berbasis hutan turut dijajaki sebagai bagian dari strategi pemberdayaan.
Bupati Kendal menyambut baik kolaborasi ini dan mengapresiasi pendekatan ilmiah serta partisipatif yang dibawa SCU dalam mendampingi masyarakat lokal.

